Upah Minimum Kabupaten Karawang Terlalu Besar

Advertisement

Karawang – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyatakan keberatannya atas kenaikan Upah Minimun Kabupaten tahun 2016. Apindo menganggap kenaikan upah layak menjadi Rp. 3.330.505 akan menyulitkan perusahaan padat karya dan tidak menutup kemungkinan mereka bakal pindah ke tempat yang memiliki UMK kecil.

upah minimum kabupaten

“Hal yang perlu diperhatikan ialah pengusaha yang bergerak di bidang garmen, tekstil, sandang dan kulit. Apakah sanggup memenuhi upah di atas Rp 3 juta,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) setempat Syamsu Sobar, Kamis (26/11/2015).

Ia mengatakan, kenaikan UMK hingga 11,5 persen atau Rp 3.330.505 pada tahun depan itu akan dirasakan dampaknya oleh perusahaan padat karya atau perusahaan bidang garmen, tekstil, sandang dan kulit. Sebab, tingkat kemampuan perusahaan itu berbeda-beda.


Advertisement

Kepada antara, Syamsu mengatakan, ada dampak buruk dari naiknya UMK 2016 tersebut, di antaranya perusahaan padat karya bisa melakukan pengurangan karyawan atau melakukan pemutusan hubungan kerja, karena mereka tidak bisa memberi upah sesuai UMK 2016.

Dampak buruk lainnya, kata dia, perusahaan padat karya yang menanamkan investasinya di Karawang memungkinkan untuk pindah ke daerah lain seperti Subang, Majalengka dan daerah lain yang UMK-nya lebih kecil dibandingkan Karawang.

Perpindahan investasi ke daerah lain itu dinilai cukup memungkinkan karena pengusaha tekstil, sandang, kulit dan garmen lebih memilih daerah yang memiliki UMK lebih kecil.

UMK Karawang yang tinggi bisa menyebabkan investasi sektor industri berkurang. Ditambah lagi sekarang sudah ada jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang bisa membuat pengalihan investasi di daerah Subang, Purwakarta, Indramayu dan Majalengka.

Syamsu mengatakan, saat ini ada 66 perusahaan tekstil, sandang, kulit dan garmen yang tercatat sebagai anggota Apindo Karawang. Tetapi belum diketahui berapa perusahaan yang akan pindah ke daerah lain.

Nanum, tidak semuanya memberikan dampak buruk, bahkan jika terjadi banyaknya yang pindah ke daerah lain juga akan memberikan keuntungan untuk daerah lain dalam pemerataan ekonomi.

(Hrz/Antara)

 

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme