Tantangan Pemasaran Digitalisasi 2016 Lebih Kompetitif

Advertisement

Konten eksklusif pekan lalu di CMO.com berfokus pada banyak tantangan dan perubahan marketer menghadapi tahun 2016. Digitalisasi menjadi semakin lebih penting untuk menjangkau konsumen yang terjaring dalam dunia digital, sebuah merk akan menghadapi tantangan dalam cara pendekatan terbaik pada teknologi yang semakin berkembang.

Banyak perusahaan yang masih menyesuaikan pergeseran ke digital, dan ini sering melibatkan keraguan untuk mengadopsi sesuatu yang baru dan persepsi yang berbeda-beda antara anggota tim dalam satu meja meja. Secara keseluruhan, 2016 terlihat menjadi waktu yang menyenangkan untuk inovasi pemasaran.

Awal pekan ini, Dave Chaffey, seorang Ahli Digital Marketing, Konsultan, dan Trainer di Smart Insight, menguraikan beberapa pertimbangan penting untuk pemasaran digital, terutama sebagai organisasi yang berusaha untuk tetap di depan persaingan. Chaffey membahas peran dari posisi Head Digital Officer dalam banyak organisasi yang akan melalui transformasi digital. Ia berbagi laporan bahwa perusahaan yang tidak mempekerjakan seorang ahli transformasi digital akan mengalami kerugian ‘kompetitif’. Chaffey juga berbagi beberapa informasi penting tentang kepatuhan EGDR serta beberapa perubahan platform yang lebih signifikan untuk 2016, hal ini perlu dibahas oleh pemasar.

Peter Markey, CMO dari UK Post Office, berbagi tren terbaru dari merek tidak terlalu bergantung pada lembaga dan melakukan lebih dari pemasaran mereka di rumah. Ini merupakan hasil dari perusahaan yang memiliki lebih banyak kontrol atas data dan analisis mereka sendiri. Di AS, menurut Asosiasi Pengiklan Nasional, jumlah merek dengan lembaga di rumah meningkat dari 16% pada tahun 2008 menjadi 58% pada tahun 2013. Manfaat bergerak menjauh dari melakukan outsourcing untuk merek berarti penghematan anggaran serta lebih dekat koneksi ke pelanggan. Markey berbagi tips untuk lembaga yang mengambil lebih dari peran konsultan untuk mempertahankan relevansi.

Pertimbangan penting bagi pemasar tahun 2016 adalah meningkatkan minat masyarakat dalam realitas virtual. Henry Stuart, CEO dari perusahaan produksi VR Visualise, percaya bahwa 2016 akan menjadi tahun yang kompetitif mengadopsi teknologi. Pemasar dituntut untuk mampu terhubung dengan konsumen dan membawa mereka ke sebuah pengalaman baru. Banyak merek, seperti New York Times dan London Natural History Museum, yang telah melakukan percobaan dengan VR untuk menguji manfaat yang mungkin. Namun, bagaimana pendekatan pemasaran yang terbaik di VR akan menjadi ujian waktu.


Advertisement

Wawancara CMO.com pekan lalu dengan Jeremy Basset, kepala Unilever Foundry, difokuskan pada peran perusahaannya dalam merintis masa depan dalam pemasaran. Basset membahas cepatnya perubahan di sektor pemasaran dan periklanan dan bagaimana Unilever Foundry lahir dengan cara untuk terus maju dan menempatkan banyak startup di jantung inovasi perusahaan. Perusahaan ini bekerja sama untuk menemukan masalah merek untuk dipecahkan, maka mereka mencari startups inovatif untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Basset berbagi banyak pelajaran perusahaannya yang telah belajar melalui proses ini.

Ross Sleight, Chief Strategy Officer di Somo yang mereferensikan secuil penelitian dari Adobe berdasarkan hasil survei dari pemasaran. IT pengambil keputusan dalam cara mereka menggunakan ponsel saat ini. Laporan ini menyoroti kebutuhan untuk merangkul mobile-adopt tetapi Sleight membahas lebih jauh dan mengatakan bahwa kebutuhan mobile berada di jantung struktur merek perusahaan. Banyak perusahaan yang masih menavigasi jalur transformasi digital dan friksi internal yang seringkali menjadi tantangan signifikan. Sleight mendorong tim yang berbeda dalam sebuah organisasi berada dalam dialog konstan dan mengembangkan visi bersama untuk strategi mobile.

simon morris digital marketing

Konsultasi tentunya bisa membantu pemasar menghadapi tantangan 2016. Simon Morris, direktur pemasaran  Adobe Systems untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) adalah pakar dalam bidang ini. Ia memiliki tugas driving ‘awareness and demand’ di Adobe Marketing Cloud dan Creative Cloud.

“Kami jauh di dalam tahap perencanaan untuk Adobe Summit EMEA 2016. Sekali lagi saya akan mengelola Marketing Innovations Track. Kami memiliki beberapa pembicara yang luar biasa tahun lalu dan sedang mencari individu berbakat untuk bergabung dengan kami pada bulan Mei untuk ‘menginspirasi penonton, memicu kreativitas, dan mendorong inovasi’ dengan berbagi wawasan dan pengalaman mereka dalam membantu organisasi dalam mencapai kesuksesan pemasaran. Jika Anda ingin berbicara pada inovasi pemasaran lacak tahun ini atau mencalonkan orang lain untuk berbicara, silakan email saya.” – Simon Morris

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme