Antivirus Terbaik Adalah Tidak Usah Pasang Sekalian

Advertisement

Wajib bukanlah hukum untuk memasang antivirus. Mungkin diberbagai situs yang Anda kunjungi merekomendasikan antivirus terbaik, entah itu AVG, Norton, Kaspersky, Avira, Smadav, Avast dan masih banyak lagi. Tapi di ayomaju.info, kami memiliki pemikiran lain, yakni tidak usah pasang sekalian antivirusnya.

antivirus terbaik tanpa pasang

Kuncinya, adalah memahami bagaimana cara virus itu sendiri bekerja untuk membombardir komputer atau laptop Anda.

Secara umum orang menyebut penyakit komputer dengan virus, padahal virus sendiri merupakan salahsatu varian dari malware.

Malware

Kerusakan dari malware bervariasi dari menyebabkan kekacauan ringan (seperti iklan peramban popup), untuk mencuri informasi pengguna, menghancurkan data, dan yang terparah untuk melumpuhkan aktifitas komputer. Malware tidak dapat merusak perangkat keras fisik sistem dan peralatan jaringan (hardware), tetapi dapat merusak data dan perangkat lunak (software).

Virus

Virus komputer adalah jenis malware yang menyebar dengan menyisipkan salinan dirinya ke dalam dan menjadi bagian dari program lain. Menyebar dari satu komputer ke komputer lain dengan cara membuat infeksi.

Virus yang bandel dapat menyebabkan efek sangat mengganggu, dapat merusak data atau perangkat lunak dan menyebabkan kondisi kesalahan denial-of-service (DoS).

Hampir semua virus melekat pada sebuah file executable (*.exe), yang berarti virus mungkin ada pada sebuah sistem tetapi tidak akan aktif atau dapat menyebar sampai pengguna mengklik-double atau mengeksekusi program tersebut. Ketika kode host dieksekusi, kode virus dijalankan juga. Biasanya, program host terus berjalan setelah terinfeksi oleh virus.

Namun, ada beberapa virus yang sanggup menimpa program lain dengan salinan sendiri. Virus menyebar ketika software atau dokumen mereka melekat dan dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain menggunakan jaringan, disk, file sharing, atau terinfeksi lampiran e-mail.

Spyware

Gampangnya adalah sebuah software yang ditanam atau dikirimkan di komputer Anda oleh pengintai atau mata-mata untuk mencuri data. Beberapa contoh diantaranya adalah Keylogger yang dapat merekam jejak Anda menggunakan keyboard. Spyware tidak akan merusak system, namun ini adalah ancaman serius bagi keamanan berbagai password sebuah akun. Diantaranya akses masuk sosial media Anda, Pin untuk internet banking, dan masih banyak lainnya.

Trojan

Trojan adalah jenis lain dari malware-spyware yang namanya diadopsi dari kuda kayu Yunani, dimana dalam sejarahnya digunakan untuk menyusupi Troy. Pengguna komputer diiming-imingi sebuah file yang menbuat penasaran, dan saat dijalankan, sistem tidak terlihat ada yang aneh.

Namun setelah aktif, trojan dapat mencapai sejumlah serangan pada host, mulai dari error kecil seperti bermunculan jendela atau mengubah desktop, untuk merusak host seperti menghapus file, mencuri data, atau mengaktifkan, bahkan menyebarkan malware lainnya, seperti virus dan spyware. Trojan juga dikenal untuk menciptakan jalur masuk untuk memberikan akes pelaku cyber crime ke sistem.

Tidak seperti virus, Trojan tidak mereproduksi dengan menginfeksi file lain, juga tidak mereplikasi diri. Trojan harus menyebar melalui interaksi pengguna seperti membuka lampiran e-mail atau mengunduh dan menjalankan file dari internet.

Worm

Worm atau cacing komputer mirip dengan virus. Worm meniru salinan fungsi dengan sendirinya dan dapat menyebabkan jenis yang sama dari kerusakan. Untuk menyebarkan, worm mengeksploitasi kerentanan pada sistem target atau menggunakan beberapa jenis rekayasa sosial untuk mengelabui pengguna agar mengeksekusi mereka.

Sebuah worm memasuki komputer melalui kerentanan dalam sistem dan mengambil keuntungan dari berkas-transportasi atau informasi-transportasi fitur pada sistem, yang memungkinkan untuk melakukan perjalanan tanpa bantuan.

Cara menghindari malware

Menurut saya, untuk melindungi komputer dari serangan malware tidak hanya dengan mengandalkan antivirus. Apalagi mengandalkan antivirus gratisan.


Advertisement

Saat offline

Misalnya ketika kita memasang antivirus bulan kemarin, sementara ada varian virus baru yang dibuat seminggu yang lalu. Kemungkinan besar malware akan menjangkit sistem windows jika pengguna ceroboh, dan dengan scan antivirus andalan, tidak menjamin komputer terbebas dari malware.

Seperti diketahui cara penyebaran baik virus diatas, pastinya Anda tidak mengeksekusi file berekstensi .exe yang terlihat mencurigakan. Biasanya file tersebut memiliki ukuran sekitar 50kB – 500 kB.

Saat online

Sering sekali virus menyebar karena kurang pahamnya pengguna awam. Sebagai contoh yang sering dikeluhkan pasien saya banyak aplikasi yang tiba-tiba menginstal sendiri dan performa komputer atau laptop jadi lebih lambat dan menyebalkan. Ini karena mereka terkena jebakan betmen saat mendownload sebuah file.

download bohongan

Pada gambar tersebut, banyak sekali tombol download, dan mana yang asli dan palsu, Anda harus bisa membedakannya.

Plug and play

Salah satu jalan masuknya malware atau jenis virus lainnya, bisa ditularkan dari flashdisk atau device lainnya yang ditancapkan pada pc / notebook.

Ketika flashdisk yang sudah terjangkit malware ditancapkan, bisanya malware atau virus telah membuat file autoplay yang akan berjalan otomatis dan langsung menyebar ke komputer Anda.

Untuk itu perlu mematikan ‘autoplay’, caranya ;

  • Tekan tombol Windows Key + R (run) dan tuliskan gpedit.msc gpedit msc
  • Setelah Ok, akan muncul jendela baru, langsung menuju ke User Configuration > Administrative Template > All Setting > Turn Off Autoplay (saya menggunakan windows 8.1, untuk windows 10, 8, 7, atau xp hanya berbeda sedikit lokasinya ) turn off autoplay
  • Klik dua kali dan jadikan enable

Aktifkan Windows Defender seperlunya

Salah satu fitur menarik pada windows 7, 8, 8.1, dan 10 adalah adanya Windows Defender. Tak perlu memasang antivirus lainnya (kecuali terpaksa karena memang varian malware tertentu).

Namun terkadang, saya juga mematikannya ketika menginstal sebuah software, aplikasi atau game.

Windows terbaru sebenarnya cukup aman, karena pada sitemnya selalu meminta konfirmasi administrator ketika menambahkan sebuah file kedalam bebarapa folder penting di local disk C.

Kesimpulan

Saya tidak bisa menjawab, mana antivirus terbaik. Namun inilah cara saya memaksimalkan kineja komputer spek minim dengan aman. Pada intinnya adalah pencegahan masuknya malware, virus, spyware, trojan, worm, bots, exploits, backdoor, etc. Jika masih takut untuk tidak memakai antivirus, maka saya sarankan untuk memakai antivirus berbayar demi kemanan data penting milik perusahaan atau data pribadi Anda.

(Mamad/original:ayomaju.info)

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme