Berbagai sudut pandang mengenai film shutter island menceritakan ketidaksadaran seorang pasien di rumah sakit jiwa.
Sumber : asiaexc12syenoambari.wordpress.com. Shutter Island adalah film thriller Amerika Serikat tahun 2010 yang disutradarai oleh Martin Scorsese dan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Film ini diadaptasi dari novel tahun 2003 yang berjudul sama karangan Dennis Lehane.

Pada tahun 1954, dua Marsekal AS yaitu Marshal Edward “Teddy” daniels dan Chuck Aule dikirim untuk menyelidiki hilangnya seorang pasien wanita yang bernama Rachel Solando dari sebuah rumah sakit bernama Ashecliff yang diperuntukkan bagi para penjahat yang menderita gangguan kejiwaan berada di sebuah pulau yang bernama Shutter Island di Massachusetts. Mereka menemukan bukti baru bahwa tempat itu tidak dihuni oleh 66 Orang tapi 67 orang, bukti ini didapat dari kertas pesan yang ditinggalkan oleh Rachel, psikopat yang melarikand diri. Rachel adalah psikopat yang membunuh 3 anaknya sendiri dengan cara menenggelamkannya di Danau. Di sana pihak Rumah Sakit enggan untuk memberikan keterangan yang jelas atas hilangnya Rachel. Rachel dimasukkan kedalam Rumah Sakit itu setelah dituduh menenggelamkan tiga anaknya. Namun, Rachel tetap beranggapan bahwa ia masih di rumah dan anak-anaknya masih hidup.

Dalam penyelidikannya, Teddy kemudian berhasil mendapatkan informasi bahwa sebenarnya Rumah Sakit Ashecliff mengadakan eksperimen-eksperimen yang mengerikan terhadap manusia. Teddy juga berhasil menemukan sebuah gua dimana Rachel yang asli bersembunyi. Setelah itu Teddy bahkan mendapatkan informasi dari Dr. John Cawley bahwa sebenarnya ia adalah Andrew Laeddis, bukan Teddy Daniel.

Pandangan dari sisi marshal.

Dia adalah seorang marshal yang ditugaskan untuk mencari psikopat yang hilang, dia menyadari banyak hal ganjil di pulau itu, termasuk para dokter dan pekerja di shutter island yang seakan akan menyembunyikan sesuatu. Dia mempunyai rekan bernama chuck. Teddy punya masa lalu yang gelap, dalam ingatannya istrinya meninggal karena rumahnya dibakar oleh penjaga rumahnya sendiri,ia selalu melihat istrinya yang telah meninggal dan ia mendengarkan seluruh perintah yang dikatakan oleh istrinya tersebut. Saat Andrew berada di goa, ia berhalusinasi bertemu pasien yang selama ini dicari-cari yang bernama Rachel.

shutter island resensi

Teddy l ini diberi obat oleh dokter agar menjadi gila dan akhirnya dia memang menjadi Gila, hal ini dilakukan dokter agar percobaan percobaan yang menggunakan psikopat ini tidak diketahui oleh dunia luar, si dokter membuat teddy gila dengan cara memberi obat sakit kepala , rokok dan makanan yang membuat si Teddy mengalami halusinasi. di akhir cerita si dokter berhasil membuat Teddy gila dan dokter meyakinkan teddy bahwa pasien ke 67 adalah si Teddy sendiri.

Chuck, yang di anggap tedy adalah rekan, ternyata adalah dokter di shutter island yang menjebak teddy agar menyelidiki kasus dipulau itu yang akhirnya malah membuat teddy berhasil di “Gila” kan oleh dokter tersebut.

Pandangan dari sisi dokter

Edward sejak awal memang pasien di pusat rehabilitasi mental tersebut. Dengan kata lain, Edward memang seseorang yang memiliki kelainan jiwa. Ia adalah seorang veteran Perang Dunia II dan seorang Marsekal AS yang terhormat sebelum ia menjadi gila, karena ia menembak istrinya sendiri yang telah menenggelamkan ketiga orang anak mereka di danau di belakang rumah mereka. Edward menciptakan karakter fiktif “Andrew Laeddis” hasil dari keinginannya untuk lari dari rasa bersalah karena telah membunuh istrinya sendiri. Karena latar belakang pekerjaan dan imajinasi yang telah diciptakannya, ia dianggap seorang pasien luar biasa yang memiliki inteligensia tinggi. Dalam dua tahun terakhir, penyakit Edward kambuh berulang-ulang, sehingga pihak rumah sakit jiwa dari Shutter Island merancang sebuah sandiwara sedemikian rupa, dengan Chuck Aule (yang sebenarnya merupakan psikiater pribadi Edward, Dr. Sheehan) sebagai rekan barunya, dengan tujuan menyembuhkan Edward dari imajinasi liarnya tersebut. Skenerio ini diharapkan dokter agar si teddy sadar.

Analisa

Kurt Schneider (1957) mengatakan bahwa halusinasi dan waham adalah ciri-ciri kunci atau primer schizophrenia .

Schizophrenia adalah penyakit pervasive yang mempengaruhi lingkungan yang luas dari proses psikologis, mencakup kognisi, afek dan perilaku. Gangguan yang paling nyata pada schizophrenia pada isi pikiran mencakup waham/delusi, atau keyakinan yang salah menetap pada pikiran seseorang tanpa mempertimbangkan dasar yang tidak logis dan tidak adanya bukti untuk mendukung keyakinan tersebut. Waham ini cenderung tidak tergoyahkan meskipun dihadapkan pada bukti yang bertentangan.Waham ini terjadi pada Andrew, ia menyakini bahwa terjadi sesuatu yang aneh di Shutter Island. Ia yakin bahwa Dokter-dokter di pulau tersebut menyembunyikan sesuatu. Andrew mencurigai adanya pencucian otak yang ia ketahui dari seorang yang ia temui di sebuah goa.Halusinasi, bentuk gangguan persepsi yang paling umum pada schizophrenia, adalah gambaran yang dipersepsi tanpa adanya stimulus dari linkungan. Hal ini sulit dibedakan dari kenyataan. Untuk Andrew, halusinasi visual, ia seolah-olah melihat istrinya yang telah meninggal dan ia mendengarkan seluruh perintah yang dikatakan oleh istrinya tersebut. Saat Andrew berada di goa, ia berhalusinasi bertemu pasien yang selama ini dicari-cari yang bernama Rachel.

Beberapa jenis delusi pada penderita schizophrenia antara lain adalah delusi paranoid dan waham kebesaran.

Delusi paranoid adalah adanya keyakinan penderita bahwa ada orang atau sekelopok tertentu mengancam atau secara diam-diam merencanakan akan melawan penderita. Inilah yang dialami Andrew, dia mengalami delusi paranoid yang menganggap dokter-dokter di shutter island akan melakukan kejahatan kepadanya.

Faktor penyebab schizophrenia adalah faktor biologis dan faktor psikososial.

Faktor psikososial dikarenakan adanya pengalaman yang penuh stress dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan schizophrenia pada individu yang memiliki kerentanan secara genetis. Penyebab yang spesifik tetap tidak diketahui, namun kebanyakan peneliti menyakini bahwa hal-hal tersebut mencerminkan interaksi antara genetis dan faktor yang terkait dengan stress, sebagaimana direpresantasikan oleh model diathesis stress.Yang dialami oleh Andrew disebabkan oleh faktor psikososial. Ia mengalami schizophrenia karena tidak bisa memaafkan dirinya sendiri yang telah membunuh istrinya, sehingga dia membuat kepribadia baru yang menyangkal bahwa dirinya bukanlah seorang pembunuh melainkan Marshal AS yang sedang menyelidiki kasus di Shutter Island. Dalam kasus yang dialami Andrew, Dr Cawley berusaha membantu Andrew membedakan yang nyata dan halusinasi dengan mengikuti permainan yang dibuat oleh Andrew. Dr. Cawlell masuk menjadi salah satu peran yang dibuat oleh Andrew. Selain itu, rekan yang menemani Andrew adalah dokter psikiater yang selama ini menangani Andrew. Dr. Cawley melakukan hal tersebut agar Andrew terhindar dari upaya operasi Lobotomy, suatu teknik operasi yang dipakai untuk membuat pasien skizofrenia yang agresif menjadi tenang namun tidak mempunyai rasa sakit lagi.

Skizofrenia

: Gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran, emosi dan perilaku-pikirang yang terganggu,dimana berbagai pemikiran tidak saling berhubungan secara logis,persepsi dan perhatian keliru, afek yang datar atau tidak sesuai : dan bebagai gangguan aktifitas motorik yang bizarre. Pasien menarik diri dari orang lain dan seringkali masuk dalam fantasi yang penuh delusi dan halusinasi

Simtom Klinis Skizofrenia

Simtom klinis Skizofrenia
Simtom negatif
Simtom Disorganisasi
Simtom lain

Etiologi Skizofrenia

Data genetik
Fakator biokimia
Otak dan skizorefnia
Stres Psikologis
Studi perkembangan

Terapi Skizorefnia

Penanganan Biologis
Penanganan Psikologis
Manajemen kasus
Kecenderungan umum dalam penangana

Menurut PPDGJ III

Skizofren adalah suatu deskrispi sidrom dengan variasi penyebab dan perjalanan penyakit ( yang selalu bersifat kronis) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik,fisik, dan sosial budaya.

Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi , serta afek yang tidak wajar atau tumpul. Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian.

Pedoman Diagnosa

Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas ( dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam )

“thought echo”,thought insertion or withdrawal”,”thought broadcasting”
“delution of control”,”delution of influence”,”delution of passivity”,”delutional perception “
Halusinasi auditorik
Waham-waham menetap jenis lainnya

Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang selalu ada secara jelas

Halusinasi yang menetap dari panca indra manapun
Arus pikiran yang terputus
Perilaku katatonik
Gejala-gejala negatif

Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan ( overall quality ) dari beberapa as[ek perilaku pribadi ( personal behavior ), bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tidak bertujuan, tidak berbuat sesuatu tapi larut dalam diri sendiri dan pebarikan diri secara sosial.

Tipe Skizofrenia

Skizofrenia Paranoid
Skizofrenia Katatonik
Skizofrenia Hebefrenik
Depresi pasca Skizofrenia
Skizofrenia Residual
Skizofrenia Simpleks
Skizofrenia lainnya
Skizofrenia YTT

One thought on “Film Shutter Island Menceritakan Tentang Psikologi”

  1. saya sangat menyukai tulisan anda ini. bahasan anda tentang psikologi dari film shutter island menambah pengetahuan bagi pembacanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Editor's Choice