Hidup Tanpa Gadget Bisa Mengurangi Rasa Gelisah 11%

Advertisement

Orang kemana-mana terutama anak muda sampai anak-anak sekarang pada mantengin gadget mereka. Entah di kafe, ngantri bayar listrik atau nungguin tukang cimol ngidupin kompornya. Semua menunduk dan nggak mau lepas dari handphone mereka. Fenomena luar biasa!!! Bhuaahahaha

mantengin gadget

Orang-orang ini nggak tahu kalau cimolnya hampir mateng

 

Padahal belum tentu mereka sedang benar-benar perlu membuka gadget tersebut. Ini udah kebiasaan yang semakin mengakar, agar terlihat sibuk dan ‘biar nggak kayak orang hilang’ mainin smartphone android atau blackberry adalah kegiatan yang sangat tepat menurut mereka. Walaupun terkadang hanya mengecek facebook, ngintip timeline twitter, nengok feed di BBM, dan paling parah pura-pura sibuk dengan membaca sms yang udah dibaca kemarin, dibaca lagi, dan lagi dibaca, karena data internet nggak ada buat baca kapan konser Girls Generation ke Gunung Kidul.

Sebenarnya sih gaes, kalau kita bisa lepas sebentar saja dari gadget, ya misalnya hari minggu atau pas hari libur kita melakukan perjalanan dengan siapa saja atau sendiri juga nggak masalah, kita akan merasa sedikit lebih tenang. Bahkan dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Universitas Wolonggong di Australia, memberikan sebuah fakta bahwa menarik diri dari internet (sosmed / browsing/ dll) dapat mengurangi rasa gelisah sampai 11%.

Advertisement

Selain itu, ‘putus sementara’ dengan gadget dan melakukan sebuah perjalanan akan lebih mendapatkan makna dan punya kesenangan tersendiri. Ya, meskipun kita tidak bisa pamerin ke temen ‘nih gue baru aja di tempat ini, dan makan ini’ jepret, upload, nunggu jempol dan komentar dan semoga aja isinya seperti ‘ih, keren!!!’ atau ‘tempatnya bagus, kok nggak ngajak-ngajak sih!!!’.

Namun itu justru akan lebih menyedihkan lagi kalau belum ada jempol atau tanda hati di instagram yang nongol, bisa-bisa ini akan menambah rasa gelisah sampai 111%, sampai nggak bisa tidur.

Tapi untungnya ada yang komentar, tapi isi comment out-of-topic : “jalan-jalan lagi ya… kapan nih mau bayar utang…” gedabrug!

Namun demikian jangan juga lepas terus terusan, kasihan juga kan sama temen, sodara, pacar kalau punya, dan bokap nyokap yang bingung nyariin kamu, dan ternyata kamunya malah lagi ngadu ikan cupang di rumah tetangga.

Yayaya, smartphone untuk saat ini memang termasuk kebutuhan primer. Sudah menggeser tatanan Sapta Pokok Masyarakat. Jika sebelumnya adalah Sandang, Papan, Pangan, Pendidikan, blablabla… sekarang sudah diganti menjadi Sandang, Papan, Cascasan, Pulsa, Sinyal, Data Internet dan GEMS. Urusan makan belakangan, difoto dulu baru dimakan.

 

 

Advertisement

Info Terkait

Updated: Juli 2, 2015 — 2:22 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme