Karawaci dan curanmor

Bagikan jika Anda suka

Seorang korban perampokan bernama Italia Chandra Kirana Putri (22) yang kehilangan motor beserta nyawanya, dan perampokan yang terjadi di rumah mewah beberapa waktu yang lalu di Karawaci menjadikan pelajaran penting untuk semua penghuni rumah, kontrakan, ataupun kost.

Saya bukannya sok tahu, tapi perampokan bersenjata seperti ini bukan hal yang mengagetkan bagi saya. Karena sebelumnya saya telah beberapa kali menemui kejadian dimana seorang maling / rampok membawa senjata api yang beroperasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan kota-kota besar lainnya.

Karawaci, Tangerang, sebuah tempat yang dikenal cukup rawan kejahatan sejak dulu. Baik itu maling, begal dengan senjata tajam, maupun perampok bersenjata api.

Hampir tiap seminggu sekali saya ke Karawaci, entah hanya untuk sekedar main, atau sesekali belanja di Lippo Karawaci (biasanya untuk beli laptop orderan). Jadi artikel ini berdasarkan pengalaman saya setelah hampir 4 tahun mencari nafkah di Kota Tangerang.

Kehilangan motor, adalah kabar yang sudah umum di Kota ini.

Memergoki maling tanpa persiapan, itu akan membahayakan diri sendiri. Awalnya saya berpikir, kenapa seorang penghuni kontrakan diam saja ketika ada maling sedang mencongkel motor milik tetangganya, apakah orang itu cuek-cuek aja atau terkesan ‘bodoh amat’?

Ternyata, setelah saya tanya, ia melihat maling yang tak sendirian. Waktu itu jam 2 malam. Ada komplotan, satu beroperasi ngambil motor, satu mengawasi area, dan satu lagi berada di jalan raya. Dan ketiga-tiganya, bawa pistol. Jika ia mencoba menghentikan maling sendirian, itu sama saja mengancam jiwanya.

Alhamdulillah, saya nggak pernah kehilangan motor. Mungkin malingnya ogah, karena motor saya jelek, oops.

Saat saya ngontrak di Jatake, Jatiwung (15 menit dari Karawaci) beberapa motor ditaruh di lokasi parkir. Nah, ketika orang tidur, ketika jam 2 malem, motor teman saya yang paling keren saat itu bablas… Seorang teman bangun ketika ada suara mencurigakan. Namun ketika ia mencoba keluar, semua pintu ternyata sudah diakalin sama malingnya (engsel untuk gembok ditutup). Good bye… motor ilang, padahal pemilik kost adalah Polisi, nggak ngaruh.

Di minggu yang sama, lokasinya juga berdekatan, kejadian lagi, kali ini si maling nekat sekali mencuri motor milik imam masjid saat subuh.

Siang hari pun bukan berarti aman, sudah tidak terhitung lagi kasus curanmor.

Kota yang disebut ‘sejuta kontrakan’ ini, setiap sudut berpotensi kemalingan. Sebagai contoh yang pernah saya alami adalah ketika tidur siang. Waktu itu pintu tak tertutup rapat, setelah bangung, hp lenyap. Hal seperti itu sangat sering terjadi, juga menimpa teman-teman saya.

Namun nggak sedikit juga maling yang ketangkep. Ini adalah maling-maling yang apes, kadang dipukul keroyok rame-rame sampai polisi datang, kalau nggak ada polisi mati ditempat, kadang dibakar rame-rame. Kalau ketangkep, lihatnya kasian, tapi kalo lolos, sangat meresahkan, menyebalkan.

Ngomoning lagi soal Karawaci, dan Tangerang Kota pada umumnya, sepengetahuan saya tempat ini adalah paling banyak maling yang ‘terorganisir’, masih mending Bekasi yang orang bilang kota ini ‘semrawut’, Jogja, Malang, dan Surabaya (maaf bukannya sok-sokan, semuanya sudah saya jelajahi).

Anda akan mudah mencari onderdil motor bekas di dekat sini. Jika Anda bertanya, darimana pasokan itu datang? Anda bisa menyimpulkan sendiri.

Saya pernah ngobrol sama orang yang lebih tahu. Motor yang dicuri biasanya secara utuh dibawa ke ‘sebrang’ dan dijual murah, sedangkan kalau ada yang order, Anda bisa membeli ‘pretelannya’, entah itu hanya mesin, roda, rangka, dll.

Mungkin Anda akan lupa ketika sedang berada di Supermall Karawaci, namun ketika keluar menuju Perumnas – Jatiuwung, ke arah BSD Serpong, dan ke arah Jl Daan Mogot, pukul 10 malam saja sudah mulai was-was.

Warga asli sana pun berpikir dua kali kalau pengen keluar sendiri pakai motor. Atau para pekerja, misalnya buruh pabrik shift malam, memilih jalan nggak sembarangan. Lebih baik jauh, ramai, daripada jalan dekat tapi sepi.

Masih banyak hal yang tidak detahui secara publik. Namun saya tak berani menuliskan disini. Cukup hanya gambaran diatas saja yang saya tulis untuk pelajaran.

Tips:

  • Gunakan kunci ganda (misalnya gembok di disc brake atau kunci rahasia)
  • Jangan memancing kejahatan dengan menaruh motor sembarangan.
  • Walaupun hidup di kota, jangan ‘hidup masing-masing’. Usahakan saling kenal, saling peduli, dan berbagi nomor telepon jika suatu saat ada kejadian mencurigakan, bisa saling menginformasikan.
  • Selalu berdo’a.

Tinggalkan komentar