Lebaran : Kembali Ke Fitri atau Futur?

Advertisement

Ketika memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah, segala pernak pernik tema bulan puasa semakin banyak. Nuansa religi semakin kental, bahkan saat kita menonton sebuah acara di televisi penuh dengan suasana Islami. Yang tadinya brutal, jadi alim, yang tadinya alim, semoga makin alim šŸ˜€

kembali ke fitri futur

Bagi umat muslim yang sangat paham tentang keutamaan bulan suci Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya, Idul Fitri merupakan sebuah kegembiraan sekaligus kesedihan.Ā Gembira karena bisa merayakan kemenangan setelah menjalani sebulan penuh berpuasa, dan sedih karena bulan penuh berkah telah lewat.

Ketika taraweh dan tadarus selesai, adminĀ ‘nyegat’ salah seorang ustadz dengan ‘menyogok’ nya secangkir kopi hitam beraroma nikmat untuk diajak ngobrol, eh… maksudnya, mendengarkan ceramah ustadz. Dan itu tak sia-sia, sampai sekarang masih ada di pikiran untukĀ membagikan di ayomaju.info.

Ditengah-tengah tausiyah, ada sebuah kalimat yang baru adminĀ dengar :

“Kalau lebih senang menyambut datangnya Idul Fitri, kembali ke fitri bukanlah milik mereka. Sebab untuk menjadi seperti bayi yang baru lahir, pas lagi taraweh dan tadarus Al-qur’an di Masjid bukannya sibuk kluyuran ke mal nyari baju baru dan kue lebaran. Kalau yang kayak gini nih disebut kembali ke futur”. Kata Ustadz

“Hah… futur? maksud ente future alias masa depan? lha iya, kan mereka butuh masa depan? gimana sih nih ustadz?” ( gumam saya dengan intensitas suara dibawah 10dB )

Dan kemudian beliau menambahkan.

“Fitri kalian udah tahu semua kan, nha kalau futur itu beda lagi. Futur bukan bahasa Inggris ( eng : future ) yang artinya masa depan, tapi futur disini merupakan bahasa arab yang artinya kurang lebih adalah ‘sarapan’. Jadi ketika bulan Ramadhan berakhir, akhirnya kita bisa sarapan, kembali ke futur! hehehe (slrrruup)” Tambahnya sambil menyerutup kopi bikinan saya.


Advertisement

Wah… ada-ada aja nih ustadz bercanda nya, dan apakah benar futur tuh artinya sarapan. Saya analisa lagi emang benar, futur ( tulisan arab :Ā ŁŲ·ŁˆŲ± ) adalah sarapan. Kalau kalian penasaran, copy-paste aja di google search, maka akan keluar berbagai macam menu hidangan sarapan. Atau bisa juga cek di google translate

Sebuah pertanyaan muncul “Trus gimana dong Tadz agar kita yang udah terlanjut cuman dapet label kembali ke futur supaya jadi kembali ke fitri di tahun depan, iya sih kalau diberi umur panjang…”

“Susah bro, apalagi kita yang hidup di lingkungan penuh trik dan intrik, namun apabila hidayah Allah diberikan, tak memandang siapa saja bisa mendapatkannya, terlebih bagi orang-orang yang mau meningkatkan ketaqwaan, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Jadi kita tingkatkan lagi iman dan taqwa kita setelah lebaran nanti, bukannya puasa udah lewat trus kelakuan seperti kuda lepas dari kandangnya, jinkrak-jingkrak.”

Buaya lagi ngopi di pagi hari

Buaya menikmati kopi di pagi hari, kembali ke futur

Sobat ayomaju.info yang dimuliakan oleh Allah SWT (ciee ane jadi ketularan gaya ustadz yang lagi ceramah, hehe). Semoga obrolan ringan tadi memberikan manfaat untuk kita lebih beriman dan bertaqwa. Sehingga kita menjadi orang yang shaleh dan shalehah, serta menjadi pribadi lebih baik lagi pada waktu yang akan datang.

Sebagai penutup, ayomaju.infoĀ mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437, Mohon Maaf Lahir Dan Batin

 

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme