Masih Adakah Pemuda yang Terinspirasi Che Guevara

Advertisement

Sejak kecil, saya sering melihat sebuah siluet wajah yang sangat berkarakter. Siapa orang yang digambar tersebut, saya kurang paham. Dan setelah ada gambar lain dan terdapat tulisan “CHE GUEVARA”, langsung saya ubek-ubek untuk mencari referensi. Wow, ternyata ia adalah orang yang memiliki pengaruh besar di dunia. Walaupun backgroundnya adalah seorang dokter praktek, pria kelahiran 14 Juni 1928 memiliki jiwa revolusioner yang sangat inspiratif.

che guevara

Nama aslinya adalah Ernesto Guevara Lynch de La Serna berkebangsaan Argentina. Negara Argentina, Uruguay dan Farklan Island yang mengadopsi bahasa latin dari Spanyol, biasa menggunakan ‘che’ sebagai sebutan untuk ‘hey/bro’, gampangnya kalau di surabaya ‘woy, coeg’. Dan akhirnya Ernesto lebih dikenal dengan sebutan Che Guevara.

Dalam sebuah buku dan juga telah difilmkan di tahun 2004 berjudul “The Motorcycle Diaries: A Journey Around South America” menggambarkan orang yang memiliki pendirian kuat.

Tanpa Alberto, juga seorang dokter yang lebih tua 6 tahun dari Ernesto, mungkin Ernesto hanya seonggok orang tua yang hanya duduk membaca koran sampai akhir hayat. Alberto mengajaknya untuk berpetualang sambil mengarahkan pandangannya ke orang tua yang sedang duduk nggak jelas.

“kamu mau jadi seperti itu, hanya menghabiskan waktu untuk duduk-duduk saja” kata Alberto dalam kisahnya yang diangkat di Motorcycle Diary.

Walaupun diusianya yang baru menginjak 24 tahun, Ernesto tak menolak ajakannya. Dengan berani ia naik motor buntut untuk perjalanan panjang. Dimulai dari Argentina, Chile, Peru, Ecuador, Colombia, Venezuela, Panama, akhirnya sampai Miami (Florida) sebelum akhirnya ia kembali ke Buenos Aires.

Dalam perjalanan panjang itulah yang mengubah pandangan seorang fresh graduate dari fakultas kedokteran University of Buenos Aires, menjadi orang yang sangat peduli dengan kesejahteraan sosial di semua negara di Amerika Latin.

Ia melihat banyaknya ketidakadilan yang menindas kaum lemah. Ernesto menemukan jatidirinya ketika berada di pertambangan Chuquicamata, Chile. Ia tak kuasa menahan amarah melihat perilaku kaum kampitalis mengekploitasi perkerja secara tidak manusiawi.

Ernesto memiliki watak yang tidak suka basa-basi, ia lebih suka mengatakan sebuah kejujuran. Ditengah perjalanannya, mereka mendapatkan fasilitas dari seorang dokter senior. Dan saat di dermaga sebelum melanjutkan perjalanan, Ernesto dan Alberto yang telah diberi uang tambahan, dimintai pendapatnya mengenai sebuah novel yang ditulis oleh dokter senior tersebut.

Advertisement

Segan, hampir kebanyakan orang pasti akan memuji dengan alasan ia telah berjasa, begitu juga dengan Alberto, ia memuji tulisan dokter dengan menyebut “tak ada yang lebih baik dari novel ini”. Namun berbeda tanggapan Ernesto, ia dengan jujur bahwa novel tersebut membosankan karena terlalu majemuk. Justru ia memberikan kritik kepada dokter untuk sebaiknya lebih fokus di bidang yang ia kuasai.

Perubahan yang sangat jelas terlihat ketika mereka sampai di Leper Colony, merupakan sebuah tempat karantina bagi penyandang penyakit kronis Leprosy atau Hensen Disease (HD). Seorang dokter yang datang diharuskan memakai sarung tangan dan dilarang menyentuh pasien untuk menghindari penularan. Namun Ernesto menolak menggunakan sarung tangan, bahkan ia mengajak bersalaman, bahkan memeluk mereka sebagai tanda rasa kasih sayang.

Hari yang istimewa buat Ernesto, ia berulang tahun dan memberikan sebuah pidato yang akan menjadi langkah awal sebagai pejuang revolusioner. Ia menyebutkan bahwa Amerika Latin merupakan satu kesatuan dari berbagai negara.

“Latin America not as collection of separate nations, but as a single entity requiring a continent-wide liberation strategy” – Che Guevara.

Kisah tadi merupakan secuil perjalanan seorang pejuang revolusioner. Bagi Anda yang ingin membaca lebih banyak lagi, cari bukunya, hehe.

Saya tidak memiliki kompeten untuk mengungkap tabir dibalik pro dan kontra tentang Che Guevara. Mungkin, orang-orang lebih percaya dengan membaca Wikipedia. Tapi saya tidak, saya hanya mengambil hikmah dibalik perjuangan Che Guevara.

Memang, wikipedia memiliki segudang informasi yang sangat berharga, namun dalam hal sejarah yang berkaitan dengan isu politik, wikipedia sudah dicemari oleh kaum imperial.

Oh ya, satu lagi quote keren :

“The highest forms of human solidarity and loyalty arise among such lonely and desperate people.” – Che Guevara

Dan pertanyaan saya sekarang, masih adakah pemuda (Indonesia) yang mau melakukan sebuah perjalanan panjang?

Bukan piknik ke Monas, Singapore, Bali, atau Puncak Bogor, atau berhenti di zebracross untuk mengambil foto.
selfie pekok

tapi perjalanan panjang yang menyentuh kearifan lokal….

Semoga menginspirasi.

(mamad)

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme