Artikel ini ditujukan untuk pemula.

Kamera DSLR yang paling murah saja, kita bisa menggunakan mode auto, hasilnya pun bisa bagus. Tapi mengapa banyak orang yang telah lama menggunakan kamera DSLR lebih suka menggunakan mode manual? dan semua fotografer profesional tak ada yang menggunakan mode auto? Apa istimewanya mode manual?

Semua pertanyaan diatas, jawabanya hanya satu: Kebutuhan.

Memotret dalam mode manual cukup memberi Anda kontrol lebih terhadap lingkungan Anda dan cahaya yang masuk ke kamera Anda.

Jika subjek bergerak sangat cepat, Anda dapat mengatur kecepatan rana sehingga Anda dapat membekukan gerakan mereka di tempat. Atau mungkin Anda ingin mengambil foto air terjun – air yang jatuh pengennya jadi blur.

Ada banyak alasan mengapa fotografer ingin memanipulasi pencahayaan dalam mode manual memungkinkan Anda melakukan banyak hal.

Mari kita lihat contoh mode manual vs pengaturan otomatis pada kamera DSLR.

Perbandingan foto auto dan manual mode
Gambar di sebelah kiri diambil dengan menggunakan pengaturan otomatis pada kamera dan gambar di sebelah kanan diambil menggunakan pengaturan manual.

 

Ada 3 kunci utama yang akan Anda sesuaikan agar bisa memotret dengan baik dalam mode manual:

Pertama adalah kecepatan rana (Shutter Speed)

Kedua, Aperture

Ketiga, ISO.

Belajar memanipulasi pengaturan ini berkaitan satu sama lain akan menghasilkan foto yang indah dan unik bahkan dalam keadaan minim pencahayaan sekalipun.

Mari kita pelajari bersama.

Shutter Speed

Ini soal kecepatan kamera Anda mengambil gambar. Semakin cepat shutter, semakin sedikit cahaya yang bisa masuk ke dalam foto dan sebaliknya. Misalnya 1/100, berarti kamera Anda memotret pada kecepatan seperseratus detik.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih shutter speed:

A) Terang. Kalau siang hari, cerah, Anda bisa menggunakan 1/60 sampai dengan 1/1000 bahkan lebih cepat, tergantung keinginan. Sementara, jika kondisi gelap misalnya dalam ruang dengan bantuan lampu bohlam, shutter harus lebih lama.

B) Gerak. Apakah subjek Anda bergerak? Jika Anda memotret benda-benda tetap seperti makanan, gerak bukanlah sesuatu yang harus Anda khawatirkan sama sekali. Namun, jika Anda memotret anak-anak Anda bermain di luar, Anda memerlukan kecepatan rana yang jauh lebih cepat dan bisa membekukan gerakan (misalnya diatur pada 1/500 atau lebih cepat).

C) Gemetar. Jika Anda memiliki tangan gemetar, itu bisa memengaruhi hasil foto. Saya sarankan hanya bereksperimen dengan ini untuk belajar bagaimana tangan Anda dengan kamera. Tidak ada masalah untuk mengambil foto dengan kecepatan 1/1000 lebih… Sedangkan dalam kondisi cahaya minim, misalnya dengan 1/10, maka tripod sangat dibutuhkan.

Aperture

Bukaan lensa kamera,

Diameter lubang lebar: ditunjukkan dengan nilai angka yang lebih sedikit misalnya: f 1.4 => Semakin lebar bukaan kamera, indikator angka semakin kecil, hasilnya kedalaman kamera lebih sedikit, sisanya bokeh.

Diameter lubang sempit: ditunjukkan dengan nilai angka yang lebih banyak misalnya: f 14 => Semakin sempit bukaan kamera, indikator angka semakin besar, hasilnya kamera lebih banyak mencakup area.

Kita lihat, simulasi gambar diatas nampak hasil yang berbeda yang menitik beratkan pada aperture.

Perlu diketahui, merubah bukaan lensa juga merubah hasil pencahayaan. Contoh gambar diatas juga melakukan setingan iso dan shutter speed agar cahaya tetap sama pada hasil.

Jika hanya seting pada aperture saja, maka hasilnya akan seperti ini.

Iso

ISO adalah tingkat kepekaan kamera terhadap cahaya yang tersedia. ISO rendah memiliki kepekaan yang lebih rendah terhadap cahaya dan sebaliknya.

2 hal mendasar yang perlu diketahui tentang ISO:

A) Efek baiknya, meningkatkan ISO hasil foto akan lebih terang.
B) Efek buruknya, meningkatkan ISO juga berarti akan memiliki lebih banyak noise / bintik di foto Anda.

Bagaimana settingan yang pas?

Tidak ada yang pasti, semua tergantung kondisi.

Anda bisa menggunakan patokan “Segitiga Exposure”

 

Untuk pemula, bisa melihat indikator metering berada ditengah:

Setingan kamera manual tidak harus menggunakan lensa manual, tidak masalah dengan lensa autofocus: on. Pada gambar diatas, Anda bisa mengatur:

Shutter Speed: semakin tinggi (satu per-banyak), indikator akan semakin ke kiri menjadi semakin gelap.

Aperture: semakin sempit, juga indikator akan ke kiri – semakin gelap.

Iso: Semakin kecil, akan semakin ke kiri – semakin gelap.

Nah, jika indikator menyamping ke kiri, hasil foto akan terlihat gelap. Anda bisa mengakalinya dengan mengurangi kecepatan rana, melebarkan aperture, atau menambah iso. Mudahnya, tanda berada di tengah indikator metering. Sedangkan berada di sebelah kanan (+), hasilnya akan lebih terang.

Kekiri = Under Exposed, Kekanan= Over Exposed

*Berada di tengah indikator, bukan berarti itu adalah gambar paling sempurna. Itu hanya petunjuk pas menurut sensor kamera. Masih perlu dipelajari lebih mendalam.

Selamat mencoba.

 

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Editor's Choice