Pantai Trisik Jogja dengan Penyu Hijaunya

Advertisement

Pantai Trisik yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki keindahan tersendiri. Perjalanan menuju ke tempat ini juga cukup mudah, pantai ini berlokasi di desa Trisik Banaran, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.

pantai trisik dan akomodasi

Pantai Trisik dan Akomodasinya (gudeg.net)

 

Sarana penunjang pun cukup memadai, sperti warung makan dan toilet yang bersih. Tersedia juga tempat pelelangan ikan. Keunikan yang dimiliki tempat ini adalah konservasi penyu milik kelompok “Penyu Abadi”.

konservasi

Kelompok Konservasi Penyu Abadi (mangroovemag)

Tidak hanya itu saja, Pantai Trisik mempunyai pemandangan hamparan sawah dan barisan pohon kelapa yang sangat indah. Apalagi nuansa kampung tradisional seperti petani yang sedang membajak sawah secara tradisional dengan menggunakan kerbau, dan sesekali terlihat burung Kuntul putih yang meramaikan suasana hijau.

pengamatan burung kuntul

Pengamatan dan fotografi burung kuntul (mongabay.co.id)

Advertisement

Sayangnya, ada beberapa hal yang luput dari perhatian pemerintah daerah dan penduduk lokal. Tempat ini seharusnya bisa dibangun bersama-sama. Tak hanya menawarkan keindahan panorama pantai, aktivitas nelayan juga bisa dijual sebagai daya tarik wisata alternatif. Selain itu, masakan laut khas Pantai Trisik juga bisa dijadikan pemikat wisatawan. Ada juga konservasi penyu disini. Tempat ini bisa dijadikan sarana belajar bagi siswa yang berkunjung. Meskipun penting, upaya pelestarian penyu ini masih belum dianggap serius. Bisa jadi ketidakseriusan itu disebabkan minimnya pengetahuan tentang cara mengelola tata ruang di sekitar pantai.

penyu hijau pantai trisik

Penyu hijau (tumblr)

Melihat keadaan itu, Joko Widodo, salah satu warga, menjadi resah. Bersama kelompok “Penyu Abadi” ia mulai menjaga ekosistem di kawasan sekitar laut secara gotong-royong dan tak dibayar. Setiap tahun, pada musim tertentu, penyu hijau (Chelonian Mydas) yang merupakan salah satu hewan melata langka datang ke Pantai Trisik untuk berkembang biak. Kegelisahan Joko berawal karena tingginya frekuensi perburuan dan perdagangan telur penyu yang mengandung nilai gizi tinggi. Bahkan, di beberapa daerah penduduk lokal juga turut serta dalam aktivitas tersebut. Joko merasa keadaan itu bisa mengancam eksistensi telur penyu.

Joko pun memantapkan hati untuk terus menjaga ekosistem pantai. Ia mengajak setiap orang untuk menjadikan Pantai Trisik lebih baik. Lewat upaya penyadaran yang terus menerus pantai ini akan menjadi tempat yang bersahabat, baik bagi manusia maupun penyu. (adt/ credit : gudegnet )

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme