Pengalaman Alergi Dingin Sampai Jatuh Pingsang

obat-obatan alergi dingin
Bagikan jika Anda suka

Setelah hampir satu minggu saya ada kesibukan di Tangerang, Jakarta, dan Bekasi, akhirnya saya merencanakan pulang ke Temanggung. Awal mula kesialan saya adalah ketika beli tiket di agen Handoyo di Bekasi, ada orang yang nyelonong saja tanpa antri, padahal itu jatah kursi terakhir. Akhirnya saya pergi ke armada lain, Safari Dharma Raya OBL jurusan Tangerang – Klaten, dan di bus yang saya naiki ini, ternyata AC nya sangat dingin, padahal saya memiliki alergi dingin.

Traveling yang sial

Benar saja, baru memasuki gerbang tol Cipali, tubuh saya mulai bereaksi terhadap dingin. Perjalanan di sepanjang tol, saya merasakan hal yang tidak karuan. Saya sempat berpikir untuk berhenti saja di tempat makan transit pertama di Subang, tapi tetap saja saya lanjutkan.

obat-obatan alergi dingin
Obat-obatan alergi dingin: Omeprazole 20 mg, Cefixime 100 mg, Vastarel suplemen makanan, Seremig 10 mg

Beberapa hal yang saya alami akibat alergi dingin, diantaranya:

  • Gatal bagian dalam kulit mulai dari kaki merambat sampai ke kepala, dan mulai timbul bintik-bintik warna merah. Dan yang terparah adalah blok warna merah merata di perut.
  • Lama kelamaan perut sakit.
  • Dada mulai sesak
  • Kepala pusing
  • Dan yang terparah, saya tidak bisa melihat sama sekali, bisa dibilang saya buta dalam waktu satu menitan.

Saking paniknya, saya ingin menjerit, namun ternyata saya tidak punya daya untuk berbisik sekalipun. Dan apesnya, saya duduk tepat dibawah AC (kursi sekitar nomo 30-an), dan bagian penutup AC sepertinya agak error ‘wes dol’, entah namanya apa itu. Saat itu saya duduk sendirian, maklum bangku kosong karena sedang sepi penumpang.

Mata mulai bisa melihat lagi, sambil saya browsing, dan salah satu artikel mengatakan alergi dingin dalam kondisi hipotermia, bisa menyebabkan kematian. Wah, saya makin panik.

Saya berdo’a dan parah saja “Ya Allah, nek nyong pancen uripe tekan kene thok, ya kersaMu ya Allah” gitu, akhirnya saya tak sadarkan diri dan terbaring di bangku bus. Semua orang tidak ada yang tahu kondisi saya saat itu, taunya tidur kaki lurus sampai ke samping kursi penumpang lain.

Berselang waktu, saya tak tahu pastinya, tiba-tiba bus berhenti, ternyata telah sampai ke transit 2: Gringsing, Batang, Jawa Tengah.

Saya terbangun, perut tidak karuan, saya turun dari bus dan menuju toilet. Saya heran, dengan pandangan agak kabur, orang-orang melihat saya dengan tatapan aneh.

Setelah keluar dari toilet, masih saja orang melihat saya dengan tatapan aneh, namun kali ini saya tak bisa mengontrol tubuh saya yang gontai. Saya nggak mesan minuman atau apa, namun ada penjaga yang ‘cantik dan baik hatinya’ memberikan segelah teh hangat. Karena mungkin menurutnya saya seperti zombie, pucat, dan seseorang yang memegang pergelangan tangan saya bilang “ini nadinya hampir nggak ada, cepat cari ambulance”.

Suara itu adalah yang terakhir saya dengar, dan tiba-tiba, saya telah siuman di sebuah klinik di Batang.

alergi dingin pingsan

Dua orang yang mengantarkan saya ke klinik, salah satunya adalah kondektur bus Safari. Saya sangat senang, ternyata bus sangat tanggung jawab dengan penumpangnya. Bahkan ia menawarkan akan menunggu jika ingin melanjutkan. Tentu saja, saya memintanya untuk meninggalkan saya, kasihan penumpang lain, disamping itu, alergi dingin tidak memungkinkan saya untuk ikut bus, malam itu pukul 3 dini hari.

Setelah diperiksa dokter

Dokter mengatakan bahwa disamping saya alergi dingin, saya terlalu kecapean. Hasil lab tertulis bahwa leukosit (sel darah putih) terlalu tinggi: 18.000, normalnya adalah 4.000-10.500 sel/mm³, jadi sel darah putih yang sedang ‘berperang’ sebagai sistem imun tubuh sangat menguras energi saya, kira-kira demikian.

Perawat bertanya siapa keluarga atau kerabat terdekat yang bisa dihubungi, karena saya benar-benar sendiri dan memilih untuk rawat inap. Tapi justru saya bilang padanya; “mboten usah bu, ben kulo mawong sing ngurus, saya udah biasa seperti ini” beuh….

“ooo, ya udah nek ngoten. Mas (sebut saja Mamad) mau saya bikinkan surat izin kerja karena sakit” kata Suster.

“mboten usah, saya freelance” tutup saya.

biaya rumah sakit klinik

Selesai.

Saran

Untuk menghindari hal seperti diatas jika Anda juga memiliki riwayat alergi dingin.

  1. Istirahat cukup.
  2. Olah raga teratur.
  3. Bawa perlengkapan yang hangat, seperti jaket, kaus kaki, selimut juga boleh.
  4. Isi perut dengan nutrisi, pola makan teratur, jangan seperti saya yang makan sembarangan.
  5. Isi dompet yang penuh juga membuat hati tenang, hehe.
  6. Selalu berdo’a kemanapun berada.

Salam sehat. (mmd/ayomaju.info)

 

Tinggalkan komentar