Rintisan Usaha yang Cocok Bagi Anak Muda

Advertisement

Berbisnis mulailah dengan usia yang muda. Mau yang kecil, atau kamu langsung dapet warisan, entah datangnya dari langit, jangan langsung habiskan buat berfoya-foya.

Lebih baik untuk dijadikan modal bisnis. Siapa tahu, kamu bisa jadi pahlawan, karena bisa merekrut mereka yang sedang nganggur. Tahu sendiri kan, bulan-bulan ini ada sebuah gelombang phk dimana-mana.

Tapi, bisnis apa yang mudah dan menguntungkan? selain itu, bagi anak muda lebih memilih bisnis yang tidak terlalu kolot, tidak ada salahnya buat nyimak list bisnis berikut ini :

1. Bisnis Camilan Unik

Banyak sekali anak muda yang kreatif, mampu membuat sebuah camilan yang unik. Kalau kamu pengen lihat contoh, wuih, banyak banget. Salah satunya adalah anak dari Presiden Jokowi, Gibran. Soal duit ia pasti punya banyak dari bapaknya. Beli mobil mewah, pasti keturutan. Tapi ia memilih untuk belajar bisnis kuliner dengan menjual martabak, katering. Hasilnya laris, entah enak apa nggak, saya belum pernah nyobain. Tapi point penting disini adalah pemasaran yang ‘wow’. Tentu saja dia disorot dari berbagai media, otomatis tanpa sebuah promosi pun sudah dikenal.

Tapi kalau kamu datangnya dari negeri antah berantah, memasarkan adalah yang paling penting disini. Bagaimana tidak, misalnya kamu sudah bisa bikin kue tar rasa Italy, tapi kamu mulai buka jam 11 malem di depan gerbang TPU. Pastikan selain harga yang sesuai, kebersihan terjaga, pelayanan yang ramah, dan pembukuan yang teratur bisa memajukan usaha kamu.

Selain itu, hilangkan urat malu. Sebagai contoh adalah pengusaha yang berawal dari menjual tahu bulet keliling. Bunyinya gini :

“Tahu bulet, digoreng dadakan, dimobil, lima ratusan, tahuuuu bulet! halllowwww”

Ada yang udah pernah dengar? nah, disitulah kreatifnya pengusaha tadi. Seperti ini nih penampakannya.

tahu bulet digoreng dadakan lima ratusan

Usaha tersebut dapat menginspirasi anak muda yang pengen membuka usaha di bidang kuliner. Kuncinya adalah ‘Kreatif’ dan mampu ‘menarik perhatian’ calon pembeli.

2. Cafe

Hampir sama dengan bisnis kuliner. Mendirikan sebuah cafe gampang-gampang susah. Gampang bila udah terbiasa nongkrong di cafe. Dengan bigitu kamu udah bisa mempelajari bagaimana cara melayani, menjaga kebersihan, kenyamanan, dekorasi yang bagus, dan tentu saja harus memiliki menu kopi istimewa atau cemilan khas.

Kuncinya adalah, hunting cafe diberbagai tempat. Inspirasi yang didapatkan akan semakin banyak, serta dapat membuat gambaran seperti apa cafe yang akan dibuat.

Jangan segan-segan untuk bertanya pada yang sudah mendirikan cafe. Apasaja kebutuhan, kendala, dan tips-tips lainnya yang perlu diketahui.

Salah satu pengusaha yang rela melepas pekerjaannya sebagai wartawan, Syakir, yang jatuh bangun hingga akhirnya sanggup mendirikan CV. Jakarta Power Drink.

Berbagai macam minuman yang unik, akan membuat pengunjung senang. Jadi untuk memulai usaha buka kafe intinya adalah ‘unik’

Advertisement

Kalau modal untuk kafe kurang, yah, bisa jualan kopi atau angkringan. Jangan salah, hasilnya juga lumayan gede lho.

3. Fashion

Selain kuliner, bisnis fashion adalah impian banyak anak muda. Tapi rata-rata semua terhenti karena kurangnya tekad. banyak kata-kata seperti ini.

+ “bro, ayo bikin sablon, modalnya segini, kita bisa jual segini, untungnya ketahuan”

“ayo, kapan kita mulai?”
+ “nah”

fashion

Banyak persepsi keliru yang dilakukan pebisnis muda. Mereka lebih banyak idealis daripada melihat sisi marketing. Sebagai contoh anak muda yang seneng distro, tentunya ini sangat cocok dengan keseharian. Dengan basis ‘passion’ yang kadang menjerumuskan orang itu sendiri.

Dari pakar marketing Fashion yang ada di Bandung, Mr. W menjelaskan bahwa kebanyakan anak muda gagal melanjutkan bisnisnya karena tidak sesuai dengan pasar lokal (di kota kecil).

“Kalau orang mau buka toko, dimana dulu tempatnya? Kadang anak muda paling suka dengan fashion-branded, harganya yang lumayan mahal tapi tidak sesuai dengan lokasi. Misal di kota kecil, kamu belanja 10 baju dengan harga 100 ribu per biji, dijual 130 ribu per biji. Keuntungan yang didapat 300 ribu, tapi selama 1 bulan. Bedain sama beli baju 100 biji, harga 30ribu perbiji, dijual 60 ribu, untung 30 ribu. Tapi sebulan bisa laku semua dalam satu bulan, untung 3 juta. Karakter kota kecil lebih banyak nyari baju murah.”

Dan benar saja, sebuah usaha dari anak muda di kota kecil membenarkan hal tadi. Awalnya ia membuka kaos dari berbagai merk terkenal dan mahal. Tapi pembelinya sangat sedikit, ketika menjual kaos yang biasa aja, nampak beda yang cukup signifikan.

“Saya selalu mengoplos baju, maksudnya dalam satu toko, sebelah depan baju branden, mahal. Sedangkan di samping, saya jual baju dan celana murah. Saya pajang dan nawarin ke orang, ini baju bagus, ada tulisannya ALL TIME LOW yang lagi trend dengan harga 120ribu. Tapi orang malah pada melirik kaos yang bergambar NOAH dan MY TRIP MY ADVENTURE dengan harga yang saya jual 50-an.”

Teknik penjualan dan tempat sangat menentukan di bisnis Fashion. Jika modal untuk belanja dan anggaran promosi masih kurang, berfikir lagi untuk menjual baju branded. Biasanya baju dengan harga mahal (original) sudah dikuasai oleh outlet atau perusahaan besar yang biasa di jual di mall atau distro di pusat kota.

4. Bisnis Online

Sudah bosen ndengeri mlm? saatnya untuk melirik bisnis online. Bisnis online itu gampang, kalau udah jalan. Paling sulit itu memulai dari nol.

Untuk mengawalinya diperlukan mental yang kuat. Bisnis online banyak sekali caranya. Entah menjual barang atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Baik dengan cara yang halal ataupun haram.

Saya akan membahasnya lagi di waktu mendatang.

Nantikan updatenya. (by : Rahmat)

Advertisement

Info Terkait

Updated: Februari 21, 2016 — 12:26 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme