Seberapa Berani Anda Waktu Kecil?

Advertisement

Sebenarnya ini merupakan artikel yang saya siapkan untuk mengikuti lomba sebuah merk sepeda, akan tetapi saya tak sanggup membohongi diri saya dan orang lain untuk mengunggulkan merk dagang sponsor penyelenggara. Hahaha.

Jadi saya cut-paste dari draft post di kompasiana dan saya tuangkan disini untuk berbagi kepada pembaca. Siapa tahu pembaca yang budiman juga mengingat masa kecil paling bahagia untuk dibagikan juga di kolom komentar yang telah disediakan ayomaju.info

Berikut ini adalah kisah saya sewaktu masih berumur 11 tahun.

Empat Sekawan Bocah Petualang Sejati

bocah petualang

Ilustrasi

Masih ingat di kepala, saat itu, saya bersama ketiga sahabat berangkat sore hari untuk ikut merayakan tahun baru 2000 di Borobudur. Jarak dari tempat tinggal kami (Temanggung bagian utara) sampai tujuan adalah 60 km. Naik motor mungkin hanya perlu sekitar satu sampai dua jam saja. namun, apakah mungkin empat sekawan yang masih mengenakan baju seragam putih-merah mengendarai sepeda motor?

Sepeda. Ya, kami adalah goweser sejati tak pernah takut dengan tantangan dan rintangan. Tanpa persiapan matang dan dengan senyum lebar, akhirnya kami menyusuri jalan raya mulai pukul tiga sore. Sempat ingin berhenti di tengah perjalanan karena hujan, namun asa itu muncul dengan semangat kebersamaan. Walaupun hujan gerimis, kami kayuh sepeda tanpa lelah. Terlebih, saya baru saja memiliki sepeda baru. Semangat semakin berkobar.

Hari mulai petang, saatnya istirahat dan mencari jajan di kawasan alun-alun Magelang. Kami melihat ada kuliner enak dan mengenyangkan, yakni “Bandos” yang ditaburi keju. Terlalu enak, perut belum juga kenyang, akhirnya kami merogoh kocek lagi untuk makanan tadi.

Kenyang, akhirnya kami memilih Masjid yang masih berada di kawasan Alun-alun untuk beristirahat. Sedangkan sepeda kami pastikan telah aman setelah di gembok-dobel dipagar dalam area Masjid. Takutnya dicuri orang.


Advertisement

Dooorrrr, akhirnya kami merayakan pesta kembang api menyambut pergantian tahun 1999 ke tahun 2000 di Alun-alun Magelang dengan meriah. Dan kami putuskan untuk tidur dan berangkat ke Borobudur selepas subuh.

Perjalanan pun sampai di area luar Candi Borobudur, kami menyadari bahwa uang yang kami miliki tak cukup untuk masuk melalui loket. Menyerah? tentu tidak!

Kami mencari celah, ada jalan khusus (pedagang) di sisi belakang area Borobudur. Ternyata tidak ada yang mengawasi, mungkin satpam sedang sarapan. Tanpa pikir panjang kami masuk juga dengan sepeda. Akhirnya sampai juga di Candi Borobudur.

Saat perjalanan pulang, kami mengunjungi sebuah kolam renang sekalian untuk menyegarkan tubuh. Untuk tiket masuk sebenarnya uang kami kurang, namun penjaga sepertinya memperbolehkan setelah mendengar perjuangan kami.

50 km menuju rumah, tanpa uang sama sekali. Nyaris putus asa. Tapi terlihat ada harapan baru setelah disekitar sisi jalan, terlihat pohon rambutan siap panen. Tak mungkin kami lewatkan begitu saja. Tanpa pikir panjang, kami mencari kantong besar dan memanen rambutan sebanyak-banyaknya.

Baru terisi setengah, anjing liar besar menggongong dan menuju ke arah kami. Semua lari tunggang-langgang, beruntung tidak ada yang kena gigitan. Kami lupa, sepeda kami tertinggal.

Selang 30 menit, dengan berani kami putuskan untuk kembali lagi ke tempat tadi. Jika anjing masih di tempat, kami siap untuk melawan. Lega, anjing tersebut sudah tidak ada di tempat.

Rambutan ternyata tidak bisa membuat perut kenyang, namun setidaknya telah memberikan sedikit energi menempuh 30 km lagi.  Dibawah terik matahari pukul 12 siang, kami benar-benar kehabisan daya untuk mengayunkan sepeda, padahal perjalanan masih 10 km.

Mengambil istirahat sejenak di Masjid (Alun-alun Temanggung), sambil mengambil wudlu, kami juga meminum air wudlu. Tak peduli steril atau tidak, ini adalah darurat. Dan sepertinya, kami siap untuk gowes kembali.

Tidak ada raut muka menyedihkan, bahkan empat sekawan terlihat bersemangat dan mengayun sepeda lebih cepat daripada sebelumnya. Pukul 3 sore, akhirnya kami sampai juga di rumah masing-masing dengan selamat.

(The End)

Sekarang giliran Anda yang menceritakan pengalaman berpetualang bersama teman Anda 😀

Advertisement

Info Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme