Surat Perpisahan Tom Delonge Kepada Fans Blink 182

Surat Perpisahan untuk Penggemar 

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150128164500-227-28062/langkah-haru-tom-delonge-tinggalkan-blink-182/

Sementara itu, Tom bukan tak berbicara sama sekali. Selasa (27/1) ia mengunggah surat terbuka untuk para penggemarnya melalui akun Facebook pribadinya. Di sana, ia mencurahkan isi hati. Tom bercerita soal alasan versinya memilih keluar dari band yang ia cintai.

Mengutip Stereogum, surat terbuka yang seperti ucapan perpisahan itu dipenuhi senandung kesedihan. Sebab Tom merasa upayanya bertahan di Blink-182 sudah “mentok.” Ia merasakan pertemuan dan hubungan aneh dengan rekannya. Pada akhirnya, itu yang membuatnya sedih.

Tom mengawali suratnya dengan kejujuran. Sebab, ia menulis, kejujuran selalu mendapat tempat yang baik. Jujur, ia mengaku mencintai Blink-182. Baginya, itu merupakan anugerah terindah dalam hidup. “Blink telah memberi saya segalanya. SEGALANYA. Saya memulai band ini, saat itu masih di garasi saya, ketika saya memimpikan kenakalan ini.”

Rasa cinta itulah yang membuat Tom selama ini berjuang keras untuk Blink-182. Ia mencoba banyak jalan sukses untuk Blink 182. Ia memunculkan ide-ide yang bisa mengembangkan band-nya. Ia selalu menantang diri dan kawan-kawannya menjadi band yang lebih baik lagi.

“Saya tidak hanya duduk dan menunggu seseorang melakukannya. Itu bukan saya,” ia menuliskan.

Puncaknya, adalah saat ia mencoba mengumpulkan anggota band di Utah. Di sana, mereka berbincang dan mengeluarkan unek-unek. Sayang, hasil pertemuan itu ternyata amat mengecewakan.

“Dengan cepat itu beralih ke ruang ganti seseorang di kasino yang jelek. Apa yang saya harap menjadi positif bersama, justru menjadi pertemuan yang canggung,” tulisnya mengungkapkan. Ia tak menjelaskan masalahnya.

Yang jelas, saat itulah Tom mengatakan, “Selama kita masih berbicara, dan semua berjalan baik di antara kita sebagai teman, maka saya akan bekerja penuh hasrat. Saya akan bercermin dari hubungan personal kita.” Lalu, terjadilah rekaman lagu untuk EP. Itu ujian bagi mereka.

Sementara Tom selalu berada di studio selama dua bulan, rekan-rekannya hanya datang sekitar 11 hari. Tom merasa dirinya tak diperlakukan adil. “Saya tidak masalah memegang kendali. Tapi kami semua sepakat untuk memberikan 100 persen,” ungkapnya lagi.

Tom pun merasakan suatu momen, saat semangatnya luntur. Saat ia beranggapan bang-nya tak lagi bisa bertahan. Saat ia tak lagi bisa percaya pada kata-kata orang lain. Selama bertahun-tahun, Tom akhirnya merasakan itu. Saat ia mengonfirmasi komitmen kawan-kawannya, mereka hanya bisa diam. Tom pun memilih pergi.

Itu merupakan puncak dedikasinya untuk Blink-182. Apalagi saat pernyataan dari rekan-rekannya muncul, yang menyatakan Blink-182 harus tetap jalan meski tanpa Tom. Ia merasa dicederai. Tak ada jalan lagi selain hengkang.

“Dan pada akhirnya, semua ini membuat saya sedih. Sedih untuk kami. Sedih untuk Anda, yang sudah menyaksikan ketidakdewasaan ini,” katanya. Ia pun menambahkan, “Meski saya melihat perilaku mereka berbeda, saya masih peduli pada mereka. Seperti saudara, seperti kawan lama. Tapi hubungan kami sudah teracuni kemarin.”

Bagikan jika Anda suka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Info Terkait

Konflik Personal Tom vs Mark dan Travis Blink 182 Keluarnya Tom Delonge dari Blink 182 ternyata mempunyai konflik yang tak hanya sekali. Mereka awalnya sangat kompak ketika awal berdirinya band ini. Namun seiring berjalannya wa...
Alasan Tom Delonge Keluar dari Blink 182 Pemain gitar sekaligus vokalis berbakat asal Amerika Serikat, Tom Delonge keluar dari band yang telah membesarkan namanya, Blink 182. Pada bulan Januari 2015, secara official bl...
Dunia Baru di Album Baru Tom Delonge Setelah Keluar Dari Blink 182 Begitu mudahnya bagi seorang Tomas Delong membuat lagu dari apa yang ia alami. Emosional yang begitu kuat pada diri Tom yang sudah tak bermain lagi bersama rekannya Mark dan Travis...
Tom Delonge Tidak Hanya Jago Bermusik Tak lama setelah peluncuruan album solo "To The Stars... Demos, Odds and Ends" serta perusahaan To The Stars Inc., Tom DeLonge muncul di Comic Con San Diego Amerika Serikat 1 Juli ...
22 Tahun Berkarya, Band GIGI Masih Punya Mimpi Gigi, band indonesia yang paling saya idolakan. Beberapa lagu yang tak pernah saya hapus dari playlist di smartphone dan laptop saya terutama yang ada di album The Best Of Gigi 200...
Drummer Avenged Sevenfold Saat Ini Brooks Wackerman California - Band alternatif rock asal Huntington Beach, CA, USA Avenged Sevenfold beberapa waktu yang lalu telah memecat pemain drum Arin Ilejay. Siapa penggantinya? terjawab suda...
The Maine Konser Lagi di Indonesia Bareng The Fratellis The Maine yang sudah banyak dikenal penggemar musik pop-punk di Indonesia, mereka belum kapok datang lagi ke Jakarta. Walaupun sebenarnya konser bertajuk Indonesian Candy (ref dari...
Angel And Airwaves, Musik Dunia Lain Ini bukan dunia lain yang ada uka-ukanya bukan juga uji nyali, maksud dunia lain kali ini adalah seperti kita sedang tidak berada di lingkungan kita sehari-hari. Ketika memutar sal...
Band Rock Asal Inggris BMTH Pakai Baju Batik Untuk Lagu “Oh No” Memang tidak setenar band rock asal Inggris lainnya seperti Coldplay atau Muse, tapi Bring Me The Horizon atau yang sering disebut BMTH meiliki jutaan fans remaja di dunia dan Indo...
Simple Plan Konser Lagi di Jakarta Bawa Album Baru Band alternatif rock asal Kanada Simple Plan memiliki jutaan fans di Indonesia. Setelah merilis album baru Taking One For The Team 2016, mereka tidak melewatkan Indonesia sebagai t...