Wartawan Bodrex Adalah Penjahat yang Suka Memeras

Advertisement

Bagi perusahaan obat sakit kepala “bodrex” menguntungkan ataukah sebaliknya? Nama dicatut dengan image negatif.
Wartawan bodrex memang cukup lama dikenal di kalangan wartawan dan pejabat serta pengusaha. Istilah wartawan bodrex sendiri muncul dari iklan obat sakit kepala di televisi, yang di dalamnya terdapat ‘pasukan bodrex datang’. Secara faktual wartawan ‘bodrex’ biasanya datang beramai-ramai seperti pasukan.

Versi lain mengatakan, istilah ‘bodrex’ berasal dari narasumber yang merasa ‘sakit kepala’ jika didatangi wartawan palsu. Untuk menghilangkan ‘sakit kepala’ itu, sumber berita memberi amplop berisi uang sebagai ‘obat’ penangkalnya.

Sejak pemerintahan Orde Baru, wartawan bodrex lebih dikenal sebagai WTS (wartawan tanpa surat kabar)

Carut marut tentang dunia jurnalis abal-abal alias wartawan bodrex sepertinya memang menarik untuk disimak. Sebab, sepak terjang mereka cukup meresahkan masyarakat dan sangat merugikan insan pers.

Berdalih membeli diapers (popok) di sebuah toko, dua wartawan abal-abal alias bodrex (tidak punya media atau media tidak jelas) memeras pemilik toko di Jalan Raya Citayam, Pancoran Mas, Depok. Modusnya keduanya menuding ada kelabang di diapers yang dibelinya dan mengancam akan memberitakan hal ini jika tidak diberi uang.

Bagaimana cara untuk mengatasi wartawan bodrex?

Pertama, Anda jangan panik saat dihubungi seseorang yang mengaku sebagai wartawan. Disaat kita dilanda kepanikan, otak tidak akan berfikir secara optimal. Tetap menghadapi mereka dengan tenang.

Tanya dari mana media yang mereka naungi? Minta kepada mereka identitas atau press cardnya. Paling tidak. sebuah surat tugas dari redaksi. Jika meragukan dengan nama media, hiraukan saja.

Advertisement

Apabila seorang yang mengaku bertugas di satu kota, Anda bisa melakukan cross-check ke bagian humas pemerintah kota atau kabupaten. Setiap wartawan yang sah, adalah wartawan yang terdaftar di instansi terkait.

Ketika Anda terpaksa untuk bertemu dengan mereka, jangan sendirian. Ini berpotensi mereka akan memeras Anda.

Hiraukan intimidasi atau bualan dari oknum yang memberi tekanan. Jangan pernah untuk memberi uang atau barang, karena mungkin saja mereka akan datang kembali untuk meminta lagi.

Tetap bersikap ramah tanpa memberikan peluang kompromi, tetap tegas.

Jika Anda memiliki hubungan baik dengan salah satu wartawan asli yang ada di kota atau kabupaten, Anda bisa mendapatkan informasi dari mereka.

Jika terpaksa, laporkan ke pihak yang berwajib. Ini berlaku untuk pasal: UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tapi kalau Anda sedang marah, geram, dan malas berurusan dengan mereka, lemparkan saja microphone wartawan ke sungai.

wartawan bodrex

Ronaldo menolak untuk diwawancara, dan membuang mikrofon ke sungai (Euro 2016)

Advertisement

Info Terkait

Updated: Agustus 27, 2016 — 3:46 am

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Ayomaju.info © 2016 Frontier Theme